Pernah nggak sih, kamu nyoba kopi yang rasanya creamy, gurih, dan ada hint asap yang aneh tapi bikin nagih? Atau malah baru denger ada kopi pake mentega—dan langsung mikir, “Ini kopi atau sup?”
Gue juga awalnya skeptis. Tapi belakangan, tren yang satu ini lagi naik daun banget, terutama di kalangan anak senja dan coffee enthusiast. Bukan cuma kopi mentega biasa (butter coffee yang udah hits dari Singapura dan Malaysia), tapi ada versi upgrade-nya: smoked butter coffee. Ini perpaduan antara teknik kuliner klasik—yang katanya udah ada sejak era 1930-an di kopitiam Singapura—dengan sentuhan modern yang bikin rasanya makin kompleks .
Dari Warisan Opium Hingga Kopi Kekinian
Sebelum bahas versi asapnya, kita kenalan dulu sama kopi mentega. Di Kuching, Malaysia, ada kedai legendaris Hiap Yak Tea Shop yang udah jual kopi mentega selama puluhan tahun. Ceritanya, minuman ini terinspirasi dari para pengisap opium di era 1920-an. Mereka makan mentega dan minum kopi kental buat menenangkan tenggorokan yang kering abis menghisap opium .
Cara bikinnya simpel: kopi hitam kental, susu kental manis, dan sepotong unsalted butter yang dilelehkan di dalamnya. Hasilnya? Tekstur creamy, gurih, dan lebih lembut dari kopi biasa . Resep ini kemudian menyebar ke Singapura (dikenal sebagai kopi gu you) dan sekarang mulai populer di Indonesia .
Nah, smoked butter coffee adalah evolusi dari minuman klasik ini. Bayangin, rasa gurih mentega berpadu dengan aroma asap yang muncul entah dari teknik roasting biji kopi yang dimodifikasi, atau dari tambahan bahan rahasia kayak smoked paprika. Ada yang pake asap kayu sungguhan, ada yang pake trik dapur kayak smoked paprika—rempah yang ngasih aroma asap tanpa harus punya alat pengasap .
3 Kasus Viral: Dari Warisan ke Tren Modern
1. Smoked Butterscotch Latte: Resep yang Jadi Favorit
Di luar negeri, versi asap dari kopi mentega lebih dikenal sebagai Smoked Butterscotch Latte. Resepnya viral banget di platform makanan. Bahan utamanya: saus butterscotch buatan sendiri dengan dark brown sugar, butter, heavy cream, dan rahasia utamanya: sedikit smoked paprika. Rempah ini ngasih aroma kayu asap yang autentik tanpa bikin pahit atau terlalu dominan .
Prosesnya: bikin saus butterscotch yang smoky, seduh espresso, campur saus dan susu, taburi garam laut asap di atas foam. Hasilnya? Kopi yang creamy, manis, gurih, dan ada lapisan aroma asap yang bikin ketagihan. Ini contoh sempurna dari “rustic meets modern”—teknik kuno (butter coffee) dipadu dengan bahan modern (smoked paprika) dan disajikan dengan gaya latte art kekinian .
2. Kopi Mentega Asap di Kuching: Warisan yang Bertahan
Di Hiap Yak Tea Shop, Kuching, resep kopi mentega aslinya nggak pake smoked paprika. Tapi karena disajikan di kedai tua yang penuh nostalgia, rasanya udah terasa “otentik” dan “berjiwa” . Dibuat dari kopi hitam kental, mentega, dan susu kental manis. Dijual cuma RM2-RM3 (sekitar Rp 7-10 ribu) per cangkir! .
Banyak turis dan seniman lokal yang datang buat ngopi sambil melukis suasana kedai tua. Ini bukti kalau smoked butter coffee versi tradisional (tanpa asap tambahan) udah jadi ikon budaya sebelum tren modern muncul.
3. Luckin Coffee dan Skandal “Rasa Kambing”
Nah, ini kasus paling unik dan jadi peringatan. Rantai kopi raksasa China, Luckin Coffee, punya seri Small Butter Latte yang sempet hits. Tapi di tahun 2026, konsumen di berbagai kota ngeluh kopi ini berbau dan berasa kayak daging kambing! .
Karyawan bingung, customer service nggak kasih jawaban jelas. Spekulasi muncul: ada masalah dengan batch butter yang dipakai, atau formula diam-diam diubah . Ini pelajaran berharga: rasa mentega itu sensitif banget. Kalau kualitas butter-nya jelek atau kadaluarsa, rasanya bisa rusak total, apalagi dipadu sama elemen asap.
Common Mistakes: Hal yang Sering Salah
- Pake salted butter sembarangan
Buat kopi mentega, kunci utamanya pake unsalted butter. Kalo pake yang asin, rasanya bisa kegurih dan nggak seimbang . Kecuali kamu bikin butterscotch sauce, baru salted butter boleh dipake karena gula dan krimnya ngimbangin . - Asapnya kebanyakan
Kalo pake smoked paprika, inget: sedikit banget! 1/8 sendok teh cukup buat sepanci saus. Kalo kebanyakan, kopimu bakal berasa kayak abu rokok atau daging asap—nggak enak . - Mengira semua butter coffee sama
Bedakan antara butter coffee, bulletproof coffee (pake minyak kelapa), dan smoked butter coffee. Yang terakhir punya elemen asap yang bikin beda. - Mengabaikan kualitas kopi
Butter coffee butuh kopi hitam pekat yang kuat. Pake kopi instan murahan, rasanya nggak balance sama gurihnya mentega .
Practical Tips: Bikin Sendiri di Rumah
Resep Smoked Butter Coffee (Versi Gampang)
Bahan:
- 1 sdt kopi bubuk instan (atau 2 shot espresso)
- 1 sdt unsalted butter
- 1 sdm susu kental manis
- Air panas
- Seujung sendok smoked paprika (kurang dari 1/8 sdt)
Cara:
- Seduh kopi dengan air panas.
- Campur susu kental manis di gelas, tuang kopi.
- Masukkan mentega, aduk sampai leleh.
- Taburkan smoked paprika di atas foam, bukan dicampur. Biar aromanya tercium dulu pas kamu hirup .
- Sajikan hangat.
Tips Tambahan:
- Kalo nggak punya smoked paprika, kamu bisa pake liquid smoke setetes, tapi hati-hati—rasanya lebih kuat .
- Buat versi lebih ribet, bikin smoked butterscotch sauce sendiri dari dark brown sugar, butter, cream, dan smoked paprika. Simpan di kulkas, tahan 2 minggu .
- Cocok disantap sama roti panggang srikaya atau kue kering—seperti yang biasa dilakukan di kopitiam Singapura .
Jadi, Smoked Butter Coffee Ini Beneran Enak?
Jawabannya: tergantung selera. Tapi dari antusiasme di media sosial dan kedai kopi legendaris yang udah jual puluhan tahun, ini bukan sekadar gimmick. Perpaduan gurihnya mentega, pahitnya kopi, manisnya susu, dan aroma asap yang muncul di akhir tegukan—ini pengalaman sensorik yang bikin penasaran .
Tapi inget, ini kopi yang berlemak dan manis. Bukan buat yang diet ketat atau yang suka kopi hitam pahit. Tapi buat yang pengen sensasi baru, yang suka eksplorasi rasa, smoked butter coffee wajib dicoba. Entah itu di kedai tua Kuching yang berusia 70 tahun, atau di dapur rumah pake resep simpel di atas.
Sekali lagi: kunci ada di butter berkualitas dan sentuhan asap yang pas. Kalo dua itu oke, siap-siap ketagihan! 😉
Kamu pernah nyoba kopi mentega? Atau malah tertarik bikin versi smoked-nya di rumah? Share ceritamu di kolom komentar, yuk!